Sederhana Saja

Aku ingin hidup yang sederhana, Sayangku.
Bukan sesederhana kopi di pagi hari, untuk menghiburku dari hidup yang lebih pahit dari mimpi tadi malam.

Aku ingin menikmati hidup yang sederhana, Cintaku.
Tidak juga sesederhana teh di sore hari, yang bersamanya tersembunyi hela nafas mengusir penat.

Aku ingin memiliki hidup yang sederhana, Kekasihku.
Seperti balita yang berlari di antara bebatuan, lalu menangis keras saat terjatuh.
Serupa bocah memancing ikan di sungai, untuk dipanggang beramai-ramai hari ini, sebab tak guna memikirkan hari-hari depan yang belum tentu datang lagi.

Aku ingin bahagia dalam kesederhanaan.
Layaknya puisi tanpa rangkaian diksi berlebih, yang sederhana dalam pemaparan kata-kata agar mudah dimengerti.

Aku ingin hidup yang sederhana saja selalu.

Sesederhana terbangun dan hidup lagi saat pagi, menjumpai wajahmu di sampingku, untuk kembali mati saat malam tiba, dengan hangat suhu tubuhmu sebagai selimutku.

[Jakarta, 20 September 2014]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s