Biru

Malam tadi kulihat kamu menjelma dalam kilatan binar-binar cahaya. Suara gegap tawamu menggema seperti dentum bass yang menggelegar, membuatku perlahan hilang sadar.

Lipatan sofa yang sejak beberapa jam lalu kududuki, menggarisi kerut dahimu saat kita sibuk bertanya-tanya tentang masa lalu yang pahit dan membebani.

Mirip laut yang dinaungi teduh, membawa suara ombak sayup-sayup menepi. Ingatanku melompat lincah dari satu kenangan ke lainnya, senada dengan ketukan jari yang gelisah di atas meja kayu.

Aku diingatkan pada kehilangan, oleh sisa rasa pahit yang menggantung di pangkal lidah, bekas dilalui alkohol beraroma tajam.

Aku diingatkan pada perjuangan menjadi manusia, oleh mereka yang memuja gegap gempita dan lupa caranya menikmati hidup sederhana.

Aku diingatkan padamu, oleh rindu yang pelan-pelan menabung jumlah di sudut-sudut tak terlihat mata.

###

In memoriam of Sekar Wulan Sari.

[Jakarta, 25 April 2014]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s