Menjelang Tua, Menyambut Realita

Sayang, cepatlah dewasa. Angkat kepala dan buang kecewa. Hukum duka tak bisa berkurang, tapi kebahagiaan selalu bisa ditambah. Kita tidak, kita tidak sedang belajar berjalan dengan menghitung langkah atau kejatuhan orang lain. Kita berilmu mengenal pola mana yang salah.

Sayang, cepatlah dewasa. Hapus genangan air di mata dan tertawa. Semesta punya celah tak terhingga untuk melempar sampah, jangan habiskan menyimpannya di kepala. Kita tidak, kita tidak sedang menunggu penghujung. Kita berjalan menghampiri penghabisan.

Entah itu tentang kehilangan, pupusnya rasa atau sekian macam istilah luka, kita akan bercerita; dalam senyapnya malam yang menanti giliran pagi, sambil memegang botol hijau di tangan kanan dan batang putih di sebelah kiri.

Tak peduli itu cerita lalu atau kesalahan dulu, kita akan berkisah lagi tentangnya; di sebelahku kau berbisik kepada telinga, dengan suara tipis mengenai cerita-cerita, untuk kemudian kau tutup dengan sebaris ungkapan cinta.

* * *

Berpikirlah sejenak tentang Tuhan dan semua protes kita pada usia yang begitu muda. Caci maki dengan mulut berbusa penuh alkohol dan zat kimia. Akal yang dikalahkan candu akan ketenangan – kesenangan semu.

Tuliskan padaku melalui aksara latin, segala rahasiamu. Dan bila kau pun tak mau, akan kuajari kau pengertian mengenai tak perlunya alasan kenapa Tuhan menyimpan rapat-rapat segala rencana-Nya untukmu.

Berteriaklah bila terasa jengah. Memakilah saat marah. Akan kuajari seperti semesta mengajariku dengan pengalaman, bagaimana melepaskan dapat menghindarkanmu dari dendam dan kecewa berkepanjangan.

Tertawalah saat senang. Bukan agar merasa tenang. Kau nanti pasti mengerti bagaimana keduanya memiliki perbedaan yang begitu signifikan.

* * *

Sayang, cepatlah dewasa. Berhentilah menjadi begitu keras kepala dan diam menahan duka. Kita tidak, kita tidak sedang berbicara tentang usia, tak pula pemikiran akan hal-hal yang telah kau pelajari di bangku sekolah. Kita membaca realita seperti yang sudah tersurat dalam kitab-kitab panduan umat seluruh dunia.

* * *

[Stabat, 24 Desember 2010]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s