Untitled

Aku ingin berbaring sekali lagi, di sampingmu, tanpa air mata.

Bahkan ketika mati datang dan membawa hidup yang seolah tak akan selesai,

aku ingin sekali lagi mengenangmu dalam senyum yang lebar, tanpa air mata.

 

Pada suatu ketika kita akan lelah, bertanya-tanya.

Mencari apa yang manusia tidak akan pernah temui.

 

Semua hal telah dipecahkan, kecuali cara menjadi manusia.

 

Bila saat itu datang suatu ketika nanti,

aku ingin berbaring memelukmu sekali lagi.

Tanpa air mata.

 

Di tinggi malam kita sering bercerita,

tentang masa lalu yang dibawa pergi,

tentang masa depan yang tak siapa pun tahu pasti.

 

Lihat, bayi bayi baru saja dilahirkan untuk kemudian mencari jati diri.

Mereka akan terburu sepi sebelum menemukan tujuan tertinggi,

puncak evolusi manusia yang diakhiri dengan mati.

 

Pada waktunya nanti kita akan letih mencari.

Bertanya-tanya pada pagi, senja dan malam yang setia menjawab dalam diam.

 

Semua teori telah diciptakan, kecuali tentang awal penciptaan.

 

Bila hari terakhir datang menyerahkan diri,

aku ingin tertidur di sampingmu sekali lagi.

Tanpa air mata tentang duka duka tak terkisah, tanpa air mata tentang kisah gembira yang gagal tercipta.

 

Maka matilah kita, tanpa kekhawatiran akan hidup.

Karena keindahan sejati adalah kehidupan itu sendiri.

 

Maka matilah kita dalam kebanggaan tertinggi.

Karena hanya yang telah memulainya, yang bisa menemukan akhir dari semua.

 

***

 

Jakarta, 19 Desember 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s