Tanya

Kakak lelakiku selalu berbohong, Ibu selalu tahu. Setiap kali kakak lekakiku memberikan alasan yang paling logis, setiap kali ibuku semakin paham.

Pernah suatu hari, kakak meminta uang untuk membeli buku. Ibu bertanya, karena uang yang dia minta tak sedikit jumlahnya.

“Kenapa mahal sekali?”

“Buku sekarang, bukan seperti buku dahulu. Tebal-tebal, kertas yang dipakai sebagai bahan baku pun mahal,” kakak menjawab masuk akal.

Ibu tahu dia berbohong.

Lain waktu kakak terjatuh dari sepeda motornya dan pulang dengan badan penuh luka. Ibu bertanya apakah dia mabuk malam itu, kakak menjawab,

“Tidak. Tadi sore baru saja hujan, jalanan menjadi sangat licin. Saat di tikungan, tiba-tiba saja ban sepeda motorku terpeleset hingga aku kehilangan keseimbangan.”

Ibu tahu dia berbohong.

Hari itu kakak ditugaskan ibu mengambil uang dari bank. Bayaran pensiun ayah, guna menafkahi kami sekeluarga. Ayah sudah lama meninggal. Ibu membuka warung di depan rumah untuk mencukupi kebutuhan, dibantu uang pensiun ayah yang tak sampai dua juta rupiah.

Kakak baru pulang larut malam. Sedari halaman depan kakak hanya menundukkan kepala, aku tahu pasti telah terjadi sesuatu, entah apa.

“Mana uangnya?” Tanya ibu. Lama kakak tak menjawab hingga akhirnya membuka mulut berbicara.

“Dompetku terjatuh entah di mana. Hilang semua.”

Suara kakak terdengar begitu merasa bersalah. Kulihat matanya sedikit merah, seperti baru berurai air mata. Aku merasa iba. Ibu membalikkan badan dan masuk ke dalam kamar. Tak ditegurnya lagi anak lelakinya yang masih terdiam berdiri.

Larut malam aku terbangun hendak ke kamar mandi, kulihat pintu kamar ibu setengah terbuka. Ada bunyi isak tangis di dalam kalimat doanya yang terbata-bata.

Di depan pintu aku teringat kata-kata ayah,

“Hanya orang yang tidak jujur, yang memiliki semua jawaban atas setiap pertanyaan.”

Ibu tahu, anak lelakinya seorang pembohong.

***

[Jakarta, September 2011]

8 thoughts on “Tanya”

  1. tapi Dee, Mengapa orang yg punya jawaban atas semua pertanyaan justriu disebut orang PINTAR ?

    Atau, apakah justru itu alasan mengapa kita tidak boleh mempercayai orang Pintar ?

    Dan mengapa judul dan tokohnya diskriminatif. Koq, lelaki ?

    (apakah dee punya jawaban atas ke- 3 pertanyaan diatas🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s