Perspektif

Beberapa minggu lalu saya sempat berkunjung ke acara Bazaar Art Jakarta yang diadakan di Pasific Place, tepatnya hari dan tanggal berapa saya lupa.

Ada ratusan pameran karya seni rupa di sana. Mulai dari lukisan, foto, patung, film, mix media, dan masih banyak lainnya. Meski semuanya bagus, sejauh ini hanya ada 3 karya seni rupa yang benar-benar tak mau pergi dari kepala saya, kali ini saya akan menulis tentang 2 dari 3 tersebut saja. Bukan berarti karya yang lain saya tak suka, hanya saja, seni tak lebih dari masalah perbedaan sudut pandang dan selera. Seperti yang dikatakan oleh salah satu karya paling menarik perhatian saya ini:

Karya tersebut menampilkan image seorang pria, yang terlihat memiliki karakter berbeda, karena dilihat dari sudut pandang berbeda. Di bagian tengah terdapat tulisan seperti yang ada di gambar paling atas.

“What is art but a way of seeing?

Di samping pigura bergambar foto entahpun lukisan tersebut, terdapat pula karya sejenisnya. Hanya kali ini, filosofi yang disampaikan benar-benar menohok saya, dan sulit sekali dilupakan.

Saat anda melihat dari sebelah kiri, dengan mudah anda akan mengenali gambar yang terpampang di sana sebagai Marilyn Monroe, artis kenamaan dunia yang begitu kontroversial. Sementara di sisi sebelah kanannya, anda akan disajikan gambar presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno.

Mungkin beberapa orang akan bertanya, apa hubungannya Soekarno dengan Marilyn Monroe? Tapi saya yakin, lebih banyak yang sudah mengetahui ada hubungan apa di antara mereka berdua.

Sejak sekian tahun yang lalu, bahkan ketika orang nomor satu pertama di Indonesia itu masih hidup, gosip tentang hubungan Soekarno dengan Marilyn Monroe sudah menjadi rahasia yang sangat umum.

Pertemuan dua orang yang begitu terkenal pada masanya ini terjadi di bulan Mei 1956, saat Presiden Soekarno mengadakan kunjungan kenegaraan di Amerika Serikat. Soekarno menyatakan dengan terang-terangan, bahwa dia mengidolakan Marilyn Monroe, serta sangat ingin bertemu dengan perempuan cantik itu. Maka saat pesta penyambutan Presiden Soekarno beserta rombongan diadakan di Beverly Hills Hotel, Marilyn Monroe dibujuk untuk turut hadir di pesta tersebut.

Berikut salah satu foto yang tertangkap pers saat itu.

Meskipun tak pernah ada berita yang menerangkan secara fakta bahwa keduanya berinteraksi lebih lanjut setelah pesta tersebut, namun rumor ini tak pernah benar-benar berhenti dan mati. Rakyat Indonesia terlalu mengetahui presidennya, seorang Don Juan kelas berat. Dan siapa pula yang tak mengenal Marilyn Monroe? Artis Hollywood yang merupakan simbol seks pada abad ke-20.

Di sinilah yang paling menarik menurut saya. Puluhan tahun simpang siur berita tentang kedekatan dua tokoh kelas dunia tersebut, berhasil dimaknai secara singkat namun begitu dalam oleh si pembuat karya.

Menampilkan gambar berbeda pada kedua sisi kiri dan kanan, si pembuat karya meletakkan sebuah kalimat di bagian tengahnya. Kalimat filosofis, yang menurut saya merupakan jawaban atas setiap pertanyaan tentang kehidupan nyata.

no one can really see the totality of reality

***

[Agustus, 2011]

*foto oleh Putri

One thought on “Perspektif”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s