Di Pintu Mati

Di depan pintu ruang penyiksaan.

“Bos! Kapan nih, Bos, dibuka pintunya? Lama deh!” Seorang lelaki muda dengan wajah letih mengeluh kepada dua makhluk tampan penjaga pintu.

“Sabar… Ini juga masih nunggu kabar, belum pasti,” jawab penjaga pintu A, acuh tak acuh.

“Mau disiksa aja kok harus ngantri.” Seorang perempuan muda yang cantik berujar santai sambil memoles kuku-kuku jari tangannya.

Kemudian terdengar dering telepon, penjaga pintu B segera mengangkat. Suara orang-orang yang sudah letih menunggu terdengar semakin ricuh, penjaga pintu A mencoba menenangkan mereka namun sia-sia. Hingga akhirnya penjaga pintu B menutup telepon dan mengumumkan dengan lantang.

“Yak! Yang Muhammadiyah silahkan membuat barisan baru di sebelah kiri, segera masuk ke ruang siksa kubur. Pengikut kementrian agama bisa kembali lagi besok, Idul Fitri kalian ditunda sehari!”

***

Stabat, 30 Agustus 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s