Menjajahku

Aku tahu, bagaimana kamu menertawaiku bersama teman-temanmu. Seolah menyayangimu sepenuh hati adalah hal yang begitu lucu.

Aku tahu, bagaimana kamu bercerita tentangku kepada mereka. Seolah kamu sedang senang bermain dengan aku yang sepertinya akan mati tanpamu.

Aku tahu, bagaimana kamu mengadakan yang tiada, bumbu cerita tentang dia dan dia. Seolah rasa cemburuku adalah hiburan bagimu.

Aku tahu, bagaimana kamu berkecup salam dengan para penggemarmu. Seolah kamu bukan kekasihku.

Aku tahu, bagaimana aku hampir tak pernah hadir di kepalamu kecuali saat kamu butuh teman bercerita. Seolah aku kaca yang tergantung di tembok kamarmu, jarang disinggahi.

Aku tahu, bagaimana kamu memilih diam dan tak peduli saat seharusnya ada yang diperbaiki. Seolah hatiku bisa mengobati dirinya sendiri.

Aku tahu, bagaimana kamu akan berpura-pura baik-baik saja saat aku pergi. Seolah itu memang tidak berarti.

Dan aku tahu, bagaimana bangganya kamu akan bercerita pada semua, tentang aku yang terluka, saat kutuliskan cerita tentangmu dalam sebuah buku, seperti janjiku. Seolah menjajah hati adalah pekerjaan yang mulia.

###

Dee Dee [Jakarta, 9 Agustus 2011]

2 thoughts on “Menjajahku”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s