Mari Menulis Lagi

Hilman, mari menulis lagi..

Saya rindu Lupus dan permen karetnya. Saya rindu cerita cinta anak SMA tanpa adegan ciuman berlebihan. Saya rindu Poppie si gadis baik-baik sekretaris OSIS. Saya juga merindukan duo Boim dan Gusur yang miskin tapi tetap ceria dan selalu bisa membuat tertawa.

Hilman, tolong menulis lagi..

Sekarang buku-buku hanya bercerita tentang anak SMA yang pergi ke pantai bersama pacarnya. Bermalam berdua meski bukan muhrimnya. Sekarang buku-buku tipis itu hanya bercerita tentang patah hati dan air mata, atau kisah sendu yang mendayu-dayu. Sekarang mereka menjual kemiskinan dalam lembar-lembar kertas, mereka mencari nafkah dengan menuliskan ketidakadilan dalam fiksi-fiksi dengan kadar satir dan sinis yang mengabur dengan sarkasme. Heh, selera humor yang aneh..

Hilman, jangan jadi penulis skenario Cinta Fitri lagi..

Kembali saja pada kertas, dan biarkan pembaca memvisualisasikannya dalam kepala. Kembali pada jambul tumpul dan karakter tokoh utama yang terpuji tapi tetap funky. Kembali pada masa keemasan Olga dan sepatu rodanya. Kembali pada vespa kuning dengan lampu tua yang enggan menyala. Kembali pada kafe tenda dan kreatifnya anak muda ibukota. Kembali pada cerita yang bukan hanya membuat tertawa, tapi membawa pelajaran tanpa terkesan menggurui.

Hilman, ini dari hati, mulailah menulis lagi..

Selamatkan generasi di bawah ini. Sebelum mereka teraniaya cerita selangkangan murahan. Sebelum mereka terkontaminasi humor yang mencela, merendahkan orang lain dijadikan bahan tertawa. Sebelum calon anak-anak Indonesia kehabisan buku dari penulis kenamaan. Sebelum semua orang latah menuliskan curahan hatinya dan diterbitkan, memadati perpustakaan-perpustakaan, hingga akhirnya menjadi sampah. Sebelum kuntilanak dan genderuwo ikut buat buku.

Sebelum terlambat..

Tolong menulis lagi dari hati, bukan karena materi.

Kemudian ajarkan mereka menertawakan diri sendiri.

***

[Purwokerto, 26 Juni 2011]

7 thoughts on “Mari Menulis Lagi”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s